Istana Maimun Kantor Pos Kantor Pemko Medan

 

Sekretariat Daerah
(0541) 662088
Kapoltabes Medan Sumatra 

(+62 61) 4520794
PMI

(+62 61) 4530198 
Ambulance
118, (+62 61) 453 5981
Kantor PT.PLN 

(+62 61) 6615155
Pemadam Kebakaran 
 +6261-4515356
RSU Dr.Pirngadi

(+62 61) 4536022
RSU H.Adam Malik

(+62 61) 8360381
Stasiun Kereta Api Medan
 (+62 61) 4514114

 

Berita

:: Kembali Kehalaman Depan ::

03 11 2018
Geliatkan Wisata Kota Medan Sekaligus Lestarikan Seni & Budaya Melayu Melalui Gemes

Medan, (HPM) 

Pemko Medan kembali menggelar  pertunjukan seni dan budaya Melayu terakbar bertitel Gelar Melayu Serumpun (Gemes) di halaman Istana Maimun Medan, Jumat (2/11) malam. Dalam edisi yang ketiga ini, Gemes tampil lebih menarik dan spektakuler sehingga menjadi satu tontonan yang sangat memuaskan pengunjung.

Di samping aneka seni dan tari Melayu, Gemes semakin menarik dengan mengusung Istana Maimun nan anggun dan megah menjadi latar belakang panggung. Ditambah lagi dengan dukungan lighting yang gemerlap sehingga membuat unsur orinisinalitas nuanasa Melayu Istana Maimun semakin terlihat mewah dan berkelas.

Tampaknya Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan ingin menjadikan Gemes sebagai salah satu gawean yang akan mampu mengundang wisatawan lokal maupun mancanegara datang mengunjungi Kota Medan. Terbukti gawean ini telah mendapat simpatik dari sejumlah negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand dengan mengirimkan duta seninya untuk mengikuti Gemes.

Di bawah guyuran hujan, Wali Kota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, MSi  resmi membuka Gemes 2018. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang yang dilakukan Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Ir. Akhyar Nasution, MSi. Setelah itu dilanjutkan dengan Tarian Ahoy sebagai tarian khas Kota Medan. Kemudian disusul tarian kolosal Melayu yang dibawakan puluhan penari dari berbagai negara serumpun dan daerah serta  menjadikan payung sebagai properti tarian.

Dalam sambutannya, Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya Gemes. Apalagi khusus tahun ini, penyelenggara menghias halaman Istana Maimun dengan 428 payung sebagai simbolusia Kota Medan yang saat ini telah memasuki 428 tahun. Kemudian tarian kolosal Melayu yang dibawakan 73 pasang penari sebagai lambing usia kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun.

“Keberhasilan merangkul suku Melayu se-kawasan merupakan sebuah prestasi sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata bagi Kota Medan. Kita harapkan melalui event ini akan menjadi  wadah melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus mengedukasi masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda dalam memahami kebudayaan dan rumpun Melayu.,” kata Wali Kota.

Oleh karenanya Wali Kota berharap agar pagelaran ini dapat menjadi salah satu ikon pariwisata di Kota Medan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi dalam gelarannya tahun ini, Gemes  ditampilkan di Istana Maimun yang merupakan salah satu ikon kebanggaan Kota Medan. Padahal dalam edisi pertama dan keduanya, Gems selalu dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan.

Selain empat negara serumpun, Gemes 2018 juga diikuti provinsi tetangga seperti Nanggroe Aceh Darusalam (NAD), DKI Jakarta, Jambi, Bengkulu, Palembang serta Riau. Kemudian sejumlah daerah di Sumut diantaranya Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat Binjai, Asahan, Batubara, Sibolga, Tanjung Balai, Labuhan Batu Utara dan Kota Medan. Sebagai bentuk ungkapan apresiasi dan terima kasih atas keikutsertaan mereka, Wali Kota pun memberikan cindera mata kepada seluruh perwakilan peserta.

Sedangkan pertunjukan seni dan tari yang ditampilkan diantaranya tari kolosal Melayu, fashion show busana Songket Medan, workshop serta penampilan bersama Tarian Ahoy secara bergantian. “Selain melestarikan seni dan tari Melayu, kita harapkan gelaran Gemes ini mampu mendukung geliat pariwisata di Kota Medan,” harap Wali Kota.

Di samping Wali Kota dan Wakil Wali Kota, gelaran Gemes juga dihadiri Konjen Malaysia, unsur Forkominda Kota Medan, Sekda Kota Medan Ir. Wiriya Al Rahman, Raja Muda Deli Tengku Hamdy Osman Deli Khan, tokoh masyarakat, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, camat dan lurah.

Pembukaan Gemes 2018 dipungkasi dengan penampilan penyanyi dangdut asal ibukota Nasar. Meski hujan deras mengguyur, penyanyi jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2014 terus tampil membawakan sejumlah lagu dangdut hits diikuti goyangan pengunjung.

Sebelumnya Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono dalam laporannya menjelaskan, tujuan digelarnya Gemes sebagai ajang publikasi dengan promosi guna menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara dengan mengusung seni dan budaya Melayu yang memiliki kekuatan sisi geografis dan histori Kota Medan pada masa lampau.

“Di samping itu Seni dan budaya Melayu kaya akan nilai-nlai moral akan kita tanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk memagari diri dari pengaruh negatif budaya asing. Selain itu kita juga ingin seni dan budaya Melayu sebagai warisan leluhur harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” jelas Agus.

 

Sumber berita : http://humas.pemkomedan.go.id

 

 

 

 

 

Audiensi Selengkapnya

Rapat Selengkapnya

Pemandangan Umum Fraksi Selengkapnya

Rakor Penataan Selengkapnya

 

192.168.98.1 Pengunjung Hari Ini259 ||Pengunjung Kemarin 545||Total Pengunjung 2804811


  • JL. Kapten Maulana Lubis, No. 2, Medan, Sumatera Utara, 20112
  • Telpon (061) 4512412
  • Fax (061) 453796
  • SMS Center 08196001234

Twitter

Instagram

Facebook